Senin, 21 Januari 2013

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Remaja


Ada berbagai pendapat tentang factor yang mempengaruhi perkembangan bahasa remaja, adapun pendapatnya:
  1. Menurut Dr. H. Syamsu Yusuf LN., M.P.d., 2002
Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh faktor-faktor kesehatan, intelegensi, status sosial ekonomi, jenis kelamin, dan hubungan keluarga.
    1. Kesehatan
Kesehatan merupakam faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak, terutama pada usia awal kehidupannya. Apabila pada usia dua tahun pertama, anak mengalami sakit terus-menerus, maka anak tersebut cenderung akan mengelami kelambatan atau kesulitan dalam perkembangan bahasanya. Oleh karena itu, untuk memelihara perkembangan bahasa anak secara normal, maka orangtua perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak. Upaya yang dapat ditempuh adalah dengan cara memberikan ASI, makanan yang bergizi, memelihara kebersihan tubuh anak atau secara reguler memeriksakan kesehatan anak ke dokter atau ke puskesmas.
    1. Intelegensi
Perkembangan bahsa anak dapat dilihatdari tingkat intelegensinya. Anak yang perkembangannya bahasanya cepat, pada umumnya mempunyai intelegensi yang normal diatas normal. Namun begitu, tidak semua anak mengalami kelambatan perkembangan bahasanya pada usia awal, dikategorikan sebagai anak yang bodoh.
    1. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Beberapa studi tentang hubungan antara perkembangan bahasa dengan status social ekonomi keluarga menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga miskin mengalami kelambatan dalam perkembangan bahasanya dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik. Kondisi ini terjadi mungkin disebabkan oleh perbedaan kecerdasan atau kesempatan belajar (keluarga miskin diduga kurang memperhatikan perkembangan bahasa anaknya), atau kedua-duanya.

    1. Jenis kelamin
Pada tahun pertama usia anak, tidak ada perbedaan dalam vokalisasi antara pria dengan wanita. Namun mulai usia dua tahun anak wanita menunjukkan perkembangan.
    1. Hubungan keluarga
Hubungan ini dimaknai sebagai proses pengalaman berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan keluarga, terutama dengan orangtua yang mengajar, melatih dan memberikan contoh berbahasa kepada anak. Hubungan yang sehat antara orangtua dengan anak (penuh perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya) memfasilitasi perkembangan bahasa anak, sedangkan hubungan yang tidak sehat itu bisa berupa sikap orangtua yang keras/kasar, kurang kasih saying, atau kurang perhatian untuk memberikan latihhan dan contoh berbahasa yang baik kepada anak, maka perkembangan bahasa anak cenderung akan mengalami stagnasi atau kelainan, seperti: gagap dalam  berbicara, tidak jelas dalam mengungkapkan pendapat, dan berkata yang kasar atau tidak sopan.
  1. Menurut Sunarto dan Hartono, 1994
    1. Umur anak
Manusia akan bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya, bertambah pengalaman, dan meningkat kebutuhannya. Bahasa seseorang akan berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya. Faktor fisik akan ikut mempengaruhi sehubungan semakin sempurnanya pertumbuhan organ bicara, kerja otot-otot untuk melakukan gerakan-gerakan dan isyarat. Pada masa remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan, dengan dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual anak akan mampu menunjukkan cara berkomunikasi dengan baik.
    1. Kondisi lingkungan
Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang bahasa di lingkungan perkotaan akan berbeda dengan di lingkungan pedesaan. Begitu pula perkembangan berbahasa di daerah pantai, pegunungan, dan daerah-daerah terpencil menunjukkan perbedaan.
Sebagaimana diuraikan di atas bahwa bahasa pada dasarnya dipelajari dari lingkungan. Lingkungan yang dimaksudkan termasuk lingkungan pergaulan yang berbentuk kelompok-kelompok, seperti kelompok bermain, kelompok kerja dan kelompok sosial yang lain.
    1. Kecerdasan anak
Untuk meniru lingkungan tentang bunyi atau suara, gerakan, dan mengenal tanda-tanda, memerlukan kemampuan motorik yang baik. Kemampuan motorik seseorang berkorelasi positif dengan kemampuan intelektual atau tingkat berpikir. Ketepatan meniru, memproduksi perbendaharaan kata-kata yang diingat, kemampuan menyusun kalimat dengan baik dan memahami atau menangkap maksud suatu pernyataan pihak lain, amat dipengaruhi oleh kerja pikir atau kecerdasan seseorang anak.
    1. Status sosial ekonomi keluarga
Keluarga yang berstatus sosial ekomomi baik akan mampu menyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa anak-anak, anggota keluarganya. Rangsangan untuk dapat ditiru oleh anak-anak dari anggota keluarga yang berstatus sosial tinggi berbeda dengan keluarga yang berstatus social rendah. Hal ini akan lebih tampak perbedaan perkembangan bahasa bagi anak yang hidup di dalam keluarga terdidik dan tidak terdidik. Dengan kata lain pendidikan keluarga berpengaruh pula terhadap perkembangan bahasa.
    1. Kondisi fisik
Kondisi fisik di sini dimaksudkan kondisi kesehatan anak. Seseorang yang cacat yang terganggu kemampuannya untuk berkomunikasi dan tentu saja akan mengganggu perkembangannya dalam berbahasa.

Dari pendapat-pendapat di atas, maka didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa remaja adalah:
  1. Kesehatan / kondisi fisik
Maksud dari kedua itu adalah keadaan kesehatan anak tersebut yang dapat menunjang awal dari komunikasinya. Apabila pada masa kecilnya mengalami sering sakit maka dalam penambahan kosa kata anak tersebut kurang, karena apabila sakit anak tersebut jarang melakukan interaksi dengan teman-teman sebayanya. Begitu juga dengan anak yang mengalami cacat mental, mereka sangat lambat dalam melakukan komunikasi dengan seseorang.
  1. Intelegensi / kecerdasan anak
Yang dimaksudkan adalah kecerdasan anak yang mempengaruhi seorang anak dalam pemahaman penggunaan bahasa, apabila anak tersebut memiliki intelegensi yang tinggi maka anak tersebut pintar dan pandai dalam penggunaan bahasa yang baik. Tapi bagi anak yang intelegensinya rendah maka anak tersebut tidak sepandai anak yang memiliki intelegensinya tinggi sehingga akan membuat anak tersebut dalam pemahaman penggunaan bahasa tiak sepandai anak yang intelegensinya tinggi.
  1. Status  Sosial Ekonomi Keluarga
Yang dimaksud adalah, apabila seorang anak berasal dari keluarga yang memiliki status sosial dan keadaan ekonomi yang baik serta berasal dari keluarga yang berpendidikan maka bahasa yang digunakan jauh lebih baik dari pada dari seorang anak yang memiliki status sosial serta keadaan ekonomi yang rendah. Itu semua sangat berkaitan dengan penggunaan bahasa.

  1. Hubungan keluarga
Dalam hal ini perkembangan bahasa sangat berkaitan karena dalam sebuah keluarga adalah sekumpulan orang yang selalu ada apabila kita membutuhkan atau dalam apapun. Contohnya pengeruh keluarga dalam perkembangan bahasa, seorang anak akan menggunakan bahasa yang lugas serta percaya diri tinggi akan yang dikatakan apabila mereka memiliki keluarga yang selalu mengutamakan pendapat mereka serta mereka mendapatkan semangat, kasih sayang, dll. Berbeda dengan anak yang memiliki keluarga yang selalu memarahinya, menci maki, dll yang tidak pernah memberi semangat ubtuk maju, anak tersebut akan merasa terbelakang dan akan merasa takut dalam berbicara untuk memberikan pendapatnya kepada orang lain.
  1. Kondisi Lingkungan
         Kondisi lingkungan dimana anak itu tinggal atau anak itu sering datangi juga mempengaruhi dalam perkembangan bahasa seorang anak, apabila anak tersebut tinggal disebuah desa, tidak akan sama bahasa yang digunakannya dalam kesehariannya dengan orang kota.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar